Selasa, 27 September 2011

Mengapa Kita Tidak Merasakan Perputaran Bumi?

Posted By: Silvester Surya - 09.13

Share

& Comment


Beberapa ratus tahun yang lampau, orang menduga, bahwa bumi ini dalam keadaan diam. Mereka mengira bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang itulah yang beredar di sekeliling bumi. Kita mudah memahami mengapa orang-orang zaman dulu mempunyai anggapan semacam itu. Oleh karena demikianlah keadaan yang tampak di mata kita. Selain itu tak seorang pun yang bisa merasakan bahwa bumi ini berputar. Kalo bumi ini memang berputar, mengapa segala benda di atas permukaan bumi ini tidak ikut terbang berantakan bersama perputaran itu? Air laut di samudera, misalnya, tetap saja tidak berpindah tempat, bukan?
Sekarang kita sudah mengetahui bahwa bola bumi berputar dengan dua cara. Pertama, ia beredar di sekeliling matahari, dan kedua ia berputar pada porosnya. Kita tidak merasakan perputaran bumi itu, karena kita pun ikut serta dengan permukaan bumi itu pada waktu bumi itu bergerak. Demikian pula halnya dengan udara yang berada di lingkungan kita. Sementara itu, gaya tarik bumi menahan segala sesuatu tetap tertancap ke bawah, termasuk juga tumpukan air di samudera luas.
Namun, rotasi atau perputaran bola bumi pada porosnya dapat kita hayati dari banyak gejala yang kita lihat maupun yang dapat kita rasakan. Perputaran inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam. Jika sekiranya bumi tidak berputar, maka wajah bumi yang menghadap matahari akan selalu mengalami siang hari terus-menerus, sedang yang membelakangi matahari akan berada dalam keadaan gelap gurita sepanjang waktu. Tetapi oleh karena adanya perputaran itu, maka setiap tempat di atas permukaan bumi ini mengalami cahaya terang dan gelap secara bergantian selama duapuluh empat jam.
Gerakan bumi yang penting, yang lain coraknya, tak dapat kita rasakan. Namun ia bisa membawa perubahan dalam segi kehidupan manusia. Gerakan itu ialah perjalanan bumi mengitari matahari. Perjalanan keliling inilah yang menyebabkan timbulnya perubahan musim di atas bumi ini. Dan kita bisa melihat dengan jelas betapa segi kehidupan manusia pun turut berubah dengan adanya perubahan musim itu. Dalam kenyataannya, perjalanan mengelilingi matahari memakan waktu kurang lebih 365 ¼ hari sekali beredar. Jumlah waktu seluruhnya itu kita sebut satu tahun. Dengan tahun inilah kita dalam kehidupan sehari-hari lalu membagi kurun zaman dalam sejarah, mengukur umur kita, dan seterusnya.
Perubahan musim disebabkan oleh letak poros bumi itu miring. Miringnya poros itu sebesar 23 ½ derajat bila diukur pada garis siku-siku tegak lurus. Setiap kutub menghadap ke arah matahari selama setengah tahun, dan setengah tahun selebihnya membelakangi matahari. Itulah sebabnya, selama masa enam bulan belahan utara bumi menerima lebih banyak sinar matahari, dengan sendirinya lebih hangat pula suhunya, sehingga muncullah musim panas. Enam bulan berikutnya, kutub itu agak kurang menerima cahaya matahari, sehingga cuaca dan iklim menjadi lebih sejuk.

About Silvester Surya

Silvester Adi Surya, merupakan seseorang yang concern di bidang penelitian dan pengembangan produk piranti lunak. Banyak dari karyanya yang dipaparkan ke kompetisi maupun conference. Salah satu produk miliknya dipaparkan ke International Association of Engineers (IAENG) di Hongkong. Dan produk yang lain juga mendapatkan penghargaan oleh Kementerian Perindustrian

0 interupsi:

Posting Komentar

Copyright © sasherjuna.xyz™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.