Jumat, 01 Februari 2013

Mari Berkarya, Pemuda Indonesia!

Posted By: Silvester Surya - 13.01

Share

& Comment


Ketika membaca berita tentang tawuran yang terjadi antarpelajar, penulis merasa miris. Mengapa tidak, sebagai pemuda yang diharapkan menjadi para pemimpin bangsa, justru melakukan kegiatan yang negatif. Bila mereka kelak benar-benar menjadi pemimpin negara ini, bagaimana nasib bangsa kita kelak? Mari kita tengok data dari World Economic Forum (2008), daya saing Indonesia pada berada di peringkat ke 55 dari 132 negara yang di survei. Posisi ini memperlihatkan bahwa Indonesia masih berada di posisi yang kurang kompetitif dibandingkan negara-negara Asean seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Bahkan, World Economic Forum menempatkan Indonesia pada kelompok negara-negara yang masih dalam kelompok key driven yaitu taraf awal tingkat keunggulan kompetitif yang dukungan oleh faktor-faktor dasar seperti institusi, infrastruktur, stabilitas makro ekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar masih rendah, sehingga belum mampu mendorong ke posisi yang lebih tinggi yaitu efficiency driven, dan masih jauh dari posisi tertinggi yaitu innovation driven.

Tentu dengan melihat kasus tawuran antarpelajar yang sering terjadi di Indonesia, penulis percaya dengan data dari World Economic Forum. Ya, banyaknya pelajar yang melakukan tawuran membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia kurang kompetitif dibandingkan negara lain. Padahal pada tahun 2015, Asean akan menerapkan perjanjian perdagangan bebas yang mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Apakah kita mau kelaparan di negara sendiri? Oleh karena itu, hendaknya para pemuda di negeri ini untuk segera bersadar diri mempersiapkan bekal untuk persaingan perdagangan bebas yang sedang di depan mata!

Salah satu alasan pelajar melakukan tawuran adalah waktu dan energi yang mereka punya tak tersalurkan dengan baik (Ihsan, 2012). Lihat saja, banyak pelajar di negeri ini yang tidak menggunakan waktu mereka untuk berkarya, bahkan saat kuliah/sekolah pun mereka sengaja untuk membolos. Waktu yang tak tersalurkan ini digunakan oleh mereka untuk melakukan kegiatan yang negatif, salah satunya adalah tawuran. Apa sih gunanya tawuran? Mengapa tidak berkarya saja? Memang hasil dari karya masih belum menjanjikan dari sisi materi. Tidak seperti di negara maju, penghargaan terhadap orang yang berkarya amatlah tinggi dan bisa menjamin untuk mencukupi kebutuhan mereka. Namun, banyak juga kan orang Indonesia yang menjadi sukses karena berkarya? Lihat saja Edi Alwardani Susono, seorang pelukis asal Temanggung, Jawa Tengah yang lukisannya dipajang pada sebuah galeri di sudut salah satu mall berkelas di Kuala Lumpur. Ada lagi Andreas Thamrin, pemilik Games Market dan operations manager Digitone Pty. Ltd. Putra yang berkarya dalam industri games. Belakangan bisnisnya makin berkembang dan beliau berencana melebarkan sayap usahanya ke Selandia Baru. Dan masih banyak yang lain putra-putri bangsa yang berkarya dan sukses pula.

Masih ada yang ngga kepengin berkarya? Tidak, kan? Untuk itu, marilah berkarya, pemuda Indonesia!

Referensi:
Data World Economic Forum tahun 2008
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/26/064432006/Apa-Penyebab-Tawuran-Pelajar
http://studyinjogja.com/10-pengusaha-muda-indonesia-berkarya-di-berbagai-bidang

About Silvester Surya

Silvester Adi Surya, merupakan seseorang yang concern di bidang penelitian dan pengembangan produk piranti lunak. Banyak dari karyanya yang dipaparkan ke kompetisi maupun conference. Salah satu produk miliknya dipaparkan ke International Association of Engineers (IAENG) di Hongkong. Dan produk yang lain juga mendapatkan penghargaan oleh Kementerian Perindustrian

0 interupsi:

Posting Komentar

Copyright © sasherjuna.xyz™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.