Kamis, 24 Januari 2013

SIM Jalanku Mengubah Bangsa Ini

Posted By: Silvester Surya - 16.50

Share

& Comment


Dewasa ini, semakin sedikit mahasiswa yang berkarya, baik membuat artikel ilmiah, desain, maupun produk yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak. Malah yang terjadi, kebanyakan mahasiswa bermalas-malasan ketika kuliah, banyak yang suka bolos kuliah, dan waktu digunakan untuk bermain saja. Padahal lulusan perguruan tinggi diharapkan mempunyai skill dan pengalaman yang menunjang pekerjaannya kelak.
Menurut Santoso (2012), kurangnya minat mahasiswa untuk berkarya yakni berkarya memerlukan kesungguhan, energi dan pemikiran. Kita sadar bahwa hasil dari karya masih belum menjanjikan dari sisi materi. Tidak seperti di negara maju, penghargaan terhadap orang yang berkarya amatlah tinggi dan bisa menjamin untuk mencukupi kebutuhan mereka. Lihat saja begitu banyak lomba paper yang diadakan negara maju secara gratis. Selain itu hadiah yang mereka berikan juga tak sedikit. Minat yang rendah barangkali disebabkan oleh rasa ingin tahu yang masih rendah di kalangan mahasiswa. Atau bisa jadi mereka justru mempunyai segudang rasa ingin tahu, tetapi tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Rasa ingin tahu yang sering memotivasi mahasiswa untuk melakukan riset kemudian terkendala oleh dana yang sangat terbatas dan sarana dan prasarana yang tidak memadai.
Dan alasan klasik mengapa minat mahasiswa rendah dalam berkarya ialah terbatasnya dana untuk kegiatan riset dan pengembangan. Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa perguruan tinggi dianjurkan untuk mengalokasikan dana untuk riset dan pengembangan minimal sebanyak 10% dari dana masyarakat. Jika sebuah perguruan tinggi mempunyai dana masyarakat sebesar 50 miliar/tahun maka dana untuk riset dan pengembangan minimal 5 miliar/tahun. Sayangnya, banyak perguruan tinggi yang belum mengalokasikan minimal 10% sebagaimana edaran menteri tersebut. Beberapa perguruan tinggi malah 60% dari dana masyarakat untuk kegiatan manajerial. Dana penelitian dialokasikan oleh Indonesia juga sangat minim, yaitu sebesar 0,01% (Santoso, 2012). Dengan dana sekecil ini bagaimana mungkin inovasi dan kreativitas dapat berkembang di Indonesia. Sangat wajarlah jika kemudian produktivitas ilmiah para ilmuwan Indonesia di kancah internasional sangat sedikit. Hal ini berdampak kepada daya saing bangsa Indonesia di dunia internasional. Benar-benar kejadian ini merupakan ironi di atas ironi!
Ironi ini membuat saya sebagai mahasiswa geregetan. Mengapa tidak, Baswedan (2012) mengatakan bahwa peringkat Indonesia dalam bidang riset berada di tingkat 108, masih sangat tertinggal dibanding negara Asia lainnya. Oleh karena itu diperlukan peran dari perguruan tinggi dalam mengatasi masalah ini. Perguruan tinggi tak sendiri, UKM keilmiahan di suatu perguruan tinggi pun diharapkan dapat membantu mengatasi dan mengawal perguruan tinggi untuk menumbuhkan minat berkarya kepada mahasiswa. Di UNS sendiri terdapat banyak sekali UKM keilmiahan, salah satunya Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM).
Studi ilmiah mahasiswa (SIM) merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia berbasis penelitian dan penalaran untuk menghasilkan karya yang berdaya guna dalam pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Sesuai visinya, SIM membantu dan mengantarkan mahasiswa UNS untuk berkarya untuk berprestasi dan bermanfaat bagi bangsa dan kampus UNS pada khususnya.
Tak heran, dari awal masuk UNS ini, saya mendaftar untuk menjadi bagian dari SIM. Semua saya jalani, dari mengikuti SSD SIM, panitia FILM, kemudian magang SIM. Saya beranggapan SIM menjadi satu-satunya harapan Indonesia pada umumnya, dan UNS pada khususnya, untuk “membudidayakan” semangat berkarya di kalangan mahasiswa. Bersama kawan-kawan SIM lainnya, saya bertekad kuat untuk berusaha meningkatkan riset di UNS sehingga Indonesia dapat semakin maju. Dengan IT sebagai senjata, kita harapkan SIM benar-benar dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia berbasis penelitian dan penalaran untuk menghasilkan karya yang berdaya guna.

About Silvester Surya

Silvester Adi Surya, merupakan seseorang yang concern di bidang penelitian dan pengembangan produk piranti lunak. Banyak dari karyanya yang dipaparkan ke kompetisi maupun conference. Salah satu produk miliknya dipaparkan ke International Association of Engineers (IAENG) di Hongkong. Dan produk yang lain juga mendapatkan penghargaan oleh Kementerian Perindustrian

0 interupsi:

Posting Komentar

Copyright © sasherjuna.xyz™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.